Anak Baper
Advertise Here !Have A Brand ? (728x90)

Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia, Penting Untuk Diketahui !

Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia, Penting Untuk Diketahui ! – Pada tanggal 17 agustus yakni hari spesial bagi masyarakat Indonesia. Mereka berkumpul dan melakukan berbagai perayaan untuk memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, diantaranya seperti mengikuti lomba tujuh belasan, melakukan upacara bendera merah putih hingga berkunjung ke mall untuk menukar voucer diskon promo kemerdekaan.

Wajib untuk diketahui kemerdekaan Indonesia merupakan kisah yang mungkin sudah biasa kita dengar di masa sekolah, kisahnya lengkap dan tertata rapi di buku pelajaran. Namun menurut admin anakbaper.com itu hanya sebagian kecil saja, sebab sebetulnya masih terdapat banyak lagi kisa unik dan menarik mengenai kemerdekaan Indonesia yang belum diketahui banyak orang.

Sobat baper penasaran ? Sama admin juga. Hehehe Beberapa hari ini admin bersama tim khusus pencari berita di lapangan dengan sengaja membuat jawdal untuk mencari tahu kisah unik kemerdekaan Indonesia dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Berikut ini merupakan Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia yang diperingati pada tanggal 17 agustus, dijamin rangkuman ini akan membuat Anda kaget deh sobat.

Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia

Kisah unik kemerdekaan Indonesia, bikin kaget

Tiang Bendera

Acara upacara bendera di Indonesia terkadang dilakukan setiap hari senin ataupun ketika memperingati hari-hari Nasional, upacara memang identik dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Paskibraka. Pastinya Tiang bendera harus kokoh dan kuat agar bendera dapat berkibar dengan gagah, maka tidak heran bila kerap kali tiang bendera terbuat dari besi yang kokoh.

Akan tetapi apakah Anda mengetahui bahwa ternyata tiang bendera yang digunakan ketika upacara pertama kali setelah Indonesia merdeka menggunakan tiang yang terbuat dari bambu ? Merah Pertama kali dinaikan di rumah Soekarno tepatnya di Jalan Pengansaan Timur No.56, Jakarta, kemudian Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Waktu itu Bendera dinaikan pada tiang bambu yang mana bambu tersebut digunakan dengan cara diberi tali dan ditanam beberapa langkah saja dari teras rumah, cara pengibaran bendera dilakukan oleh Paskibraka dipimpin oleh Kapten Latief Hendraningrat. Meskipun hanya menggunakan tiang bambu, akan tetapi suasana upacara sangat khidmat serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan lantang.

Naskah Proklamasi

Proses pembuatan naskah proklamasi dalam buku sejarah memang diceritakan bahwa naskah dibuat oleh Seokarno dan Hatta dikediaman Laksamana Maeda setelah melalui diskusi yang lumayan panjang, untuk naskah tesk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditulis tangan oleh Bung Karna dan setelah itu memberikan naskah sekitar pukul 4 pagi tanggal 17 Agustus tahun 1945. Ketika selesai, Bung Karno kemudian memberikan naskah tersebut kepada para pemuda yang berkumpul dikediamannya.

Lantas apa yang terjadi berikutnya ? Tesk itu diketik kembali oleh Sayuti Melik, dan ternyata menurut seseorang yang mengaku bekas tentara buatan Jepang, Pembela Tanah Air (PETA) yaitu Andaryoko menyatakan bila setelah naskah asli yang didikte dan ditulis oleh Bung Karno dan Bung Hatta itu diketik oleh Sayuti melik.

Dari penyataannya, naskah tersebut sempat dibuang ke tong sampah karena dianggap sudah tidak berguna oleh Sayuti Melik. Beruntunglah ditempat ada BM Diah, seorng putera Asal Aceh yang juga merupakan toko pers, pejuang kemerdekaan, diplomat dan pengusaha Indonesia.

Dirinya takut naskah akan dibuang kembali, maka Diah menyimpan Naskah asli tersebut selama 49 tahun lamanya sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah pada 29 Mei 1992.

Bung Karno Jatuh Sakit

Menyiapkan sebuah naskah proklamasi memang menguras tenaga dan jiwa Bung Karno hingga kemudian ia jatuh sakit dan faktanya waktu proklamasi diucapkan penyakit malaria yang diderita Bung Karno kambuh, bahkan dirinya masih tertidur pulas dua jam sebelum pembacaan proklamasi.

Dan akhirnya Soekarno tetap membacakan Naskah Proklamasi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, kira-kira jam 10.00 WIB, bermsa Bung Hata dirinya mendekrlarasikan kemerdekaan Indonesia di hadapan masyarakat Indonesia yang waktu itu berkumpul di depan teras rumahnya. Apakah Anda tahu Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia ? Sejumlah kendala teknis pun terjadi, diantaranya seperti mikrofon yang tiba-tiba tidak berfungsi karena kabelnya terinjak para pengunjung yang ingin menyaksikan peristiwa bersejarah.

Baca Juga : Jadi Kangen, Berikut Daftar Lagu WARKOP DKI Yang dikenang Sepanjang Masa

Remakangan ulang suara Soekarno

Dekralasi teks proklamsi yaitu peristiwa bersejarah yang sangat penting, sebab hal itu menandakan kemerdekaan bangsa Indonesia. namun pernahkah Anda mengedengar suara asli Bung Karno yang sering diputar di media-media maupun di meseum-museum bersejarah seperti Contohnya Monumen Nasional (Monas)?

Rata-rata orang mengira suara Bung Karno pada rekaman tersebut adalah suara asli waktu pembacaan naskah proklamasi yang tersebar luas. Penting untuk Anda ketahui bahwa suara asli yang direkam langsung ketika pembacaan proklamasi 17 agustus 1945 melainkan tahun 1950 atau sekitar 5 tahun setelah kemerdekaan.

Bila bukan karena Jusuf Ronodipuro yang merupakan pendiri RRI, meminta Presiden Soekarno kembali merekam pembacaan teks proklamasi kemerdekaan. Mungkin saat ini kita tidak bisa mendengar suara Soekarno ketika membacakan naskah proklamasi sebab Soekarno beranggapan pembacaan teks proklamasi hanya berlaku satu kali dan tidak bisa diulang.

Argumentasi toko Jusuf membuat Bung Karno berpikir ulang mengenai kuputusan dirinya, hingga pada akhirnya Bung Karno menyutujui suaranya sekali lagi membacakan naskah proklamasi. Kemudian sesi rekaman itu barulah teks proklamasi mulai digandakan pada tahun 1959 seperti yang saat ini kita dengar.

Soerkarno pertama kali sebagai presiden Indonesia

Melewati hari kemerdekaan Indonesia, panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan bahwa Soekarno sebagai Presiden RI dan Mohamaad Hatta sebagai Wakilnya.

Pemerintahan Soekarno pertama kali sebagai Presiden bukanlah membentuk kabinet, mempersiapkan rapat ataupun menetapkan kebijakan penting. Namun uniknya pemerintahan pertama kali dirinya adalah memesan 50 tusuk sate ayam, kok gitu ya Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia ?

Ceritanya saat ini perjalanan pulang Soekarno melihat pedagang satu, tanpa berpikir panjang dirinya langsung memutuskan dan memerintahkan kepada Tukang Sate untuk membuatkan 50 tusuk sate. Lebih menariknya lagi, ia langsung makan dengan berjongkok di peinggi parit.

Kemungkinan masih banyak lagi Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia yang belum kita ketahui dimasa kemerdekaan Indonesia, dari kisah-kisah unik tersebut kami selaku admin anakbaper.com mengajak sobat semua marilah kita selalu memngingat jasa para pahlawan berjuang dan rela mati untuk memerdekaan Bangsa Indonesia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *